Film-film Hollywood yang diangkat dari serial; baik itu novel, manga, maupun TV series, tak jarang yang menuai kesuksesan seperti Harry Potter dan Twilight yang berhasil difilmkan seluruhnya sampai tamat. Namun, banyak pula karya-karya yang tak seberuntung itu, karena setelah dibuat satu atau beberapa filmnya, sekuel kelanjutannya tersendat pembuatannya ataupun tak terdengar kabarnya lagi.
Eragon (2006)
(Davis Entertainment, 20th Century Fox)
Budget: $100,000,000
Gross: $249,430,327
Adapted from: Inheritance Cycle Novel by Christopher Paolini:
- Eragon (2002)
- Eldest (2005)
- Brisingr (2008)
- Inheritance (2011)

Project Hell Factor(s):
Karya Christopher Paolini ini bercerita tentang seorang remaja laki-laki bernama Eragon yang ditakdirkan menjadi seorang penunggang naga. Ia kemudian bersekutu dengan kaum elf dan dwarf untuk mengalahkan kuasa raja lalim, Galbatorix. Novelnya yang menjadi best-seller, membuat para penggemarnya sangat menanti-nantikan adaptasi tetralogi tersebut ke layar lebar, belum lagi kisah fantasinya yang memang berpotensi memukau para penikmat film.
Dari segi pendapatan, perolehannya memang tidak buruk, namun kekecewaan terutama datang dari mereka yang telah membaca novelnya. Pasalnya, tidak seperti Harry Potter yang walaupun durasi filmnya tidak memadai untuk memuat keseluruhan isi novel, namun tetap berusaha setia pada novelnya, Eragon secara drastis melenceng dari plot aslinya sehingga bisa dibilang hanya loosely based. Harapan mereka yang menantikan sekuel semakin meredup oleh beberapa karakter kunci, lokasi-lokasi, dan adegan-adegan penting yang hilang di versi filmnya. Contohnya dialami oleh tokoh Arya; dalam film ia diceritakan sebagai seorang putri kerajaan Ellesméra, namun tak diceritakan bahwa ia adalah seorang elf seperti dalam novelnya, padahal bangsa elf Ellesméra memegang peranan sangat penting dalam kelanjutan cerita Eldest dan Brisingr.

Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole (2010)
(Animal Logic, Warner Bros.)
Budget: $80,000,000
Gross: $140,073,390
Adapted from: Guardians of Ga’Hoole Series by Kathryn Lasky:
- The Capture (2003)
- The Journey (2003)
- The Rescue (2004)
- The Siege (2004)
- The Shattering (2004)
- The Burning (2004)
- The Hatchling (2005)
- The Outcast (2005)
- The First Collier (2006)
- The Coming of Hoole (2006)
- To Be a King (2006)
- The Golden Tree (2007)
- The River of Wind (2007)
- Exile (2007)
- The War of the Ember (2008)

Project Hell Factor(s):
Seri yang terdiri dari 15 buku ini menceritakan petualangan seekor burung hantu muda bernama Soren pada enam pertama serinya. Buku tujuh, delapan, 12 sampai 15 berpusat pada keponakan Soren, Coryn, sebagai tokoh utamanya, sedangkan buku ke-sembilan sampai 11 berperan sebagai semacam prekuel yang mengisahkan Hoole, raja pertama dari Ga’Hoole Tree. Versi filmnya yang digarap oleh Zack Snyder merupakan adaptasi dari tiga buku pertamanya.
Respon terhadap film ini 50/50; dengan pujian terhadap photorealistic visual animation, sulih suara, sinematografi, dan efek 3D-nya, namun mendapatkan kritik dari segi storyline dan character development yang mudah ditebak, kurang memaksimalkan potensi novelnya, serta hanya menarik bagi segelintir orang. Mengenai nasib keberadaan sekuelnya, pada awal 2011 lalu beredar berita mengenai CEO Animal Logic, Zareh Nalbandian yang berkata bahwa belum ada diskusi yang berarti dengan Warner Bros. mengenai sekuel dari film ini. Hal tersebut dikarenakan Animal Logic dan pihak Warner Bros. tengah mempunyai proyek lain yang menjadi prioritas, yaitu Sucker Punch (2011) dan Lego: The Piece of Resistance (2014). Nalbandian memang tidak menutup kemungkinan akan produksi sekuel Ga’Hoole, namun tampaknya proyek yang entah-kapan-terealisasinya itu harus mengalah dulu dengan berbagai proyek lainnya.

The Golden Compass (2007)
(Scholastic Productions, New Line Cinema)
Budget: $180,000,000
Gross: $372,234,864
Adapted from: His Dark Materials trilogy by Philip Pullman:
- The Golden Compass (1995)
- The Subtle Knife (1997)
- The Amber Spyglass (2000)

Project Hell Factor(s):
Menjelma sebagai literatur fantasi populer di kalangan anak-anak, novel trilogi buah karya Phillip Pulman yang adalah seorang ateis ini sesungguhnya menuai banyak kontroversi dari segi nilai-nilai keagamaan. Banyak aktivis gereja yang menilainya menyebarkan ateisme di kalangan pembaca muda; ‘The Magisterium’ dalam novel, digambarkan sebagai gereja sesat dan sang tokoh utama, Lyra, berniat untuk memberontak dan membunuh ‘The Authority’ (figur yang diidentikkan dengan Tuhan) yang jahat.
Mengenyampingkan tema anti-religi yang diusung novelnya, sang sutradara, Chris Weitz berniat untuk memperhalus elemen-elemen kontroversial tersebut dalam versi film. Setelah berhasil rilis, respon yang didapat di US tergolong buruk, namun terbantu oleh pendapatannya yang cukup baik di negara-negara lain. Pun demikian, pihak New Line Cinema mencantumkan status ‘on hold’ pada proyek sekuelnya, The Subtle Knife dan The Amber Spyglass dengan alasan perolehan yang di bawah ekspektasi serta karena krisis finansial yang tak menentu pada masa itu. Namun, aktor Sam Elliot (pemeran Lee Scoresby dalam film) beserta Phillip Pullman punya argumen lain mengenai batalnya realisasi kedua trilogi sisanya. Menurut keduanya, pihak New Line tunduk terhadap keinginan gereja untuk menghentikan produksinya, karena walaupun telah diperhalus, filmnya pasti akan mendorong para penonton untuk membaca novelnya.

The Chronicles of Narnia
(Walden Media, Walt Disney Pictures, 20th Century Fox)
Adapted from: The Chronicles of Narnia series by C.S. Lewis:
- The Lion, The Witch and the Wardrobe
- Prince Caspian
- The Voyage of the Dawn Treader
- The Silver Chair
- The Horse and his Boy
- The Magician’s Nephew
- The Last Battle

Project Hell Factor(s):
Narnia digolongkan ke dalam kasus khusus karena tidak seperti adaptasi lain yang stuck dari awal setelah membuat satu film saja, Narnia telah menjelma menjadi franchise yang sukses merilis tiga buah adaptasi novelnya. Respon yang didapat The Lion, The Witch and the Wardrobe sangat baik dengan pendapatan melampaui $700 juta dollar. Sayangnya, dua film yang mengikutinya tidak seberuntung itu dan responnya pasca perilisan Voyage of the Dawn Treader semakin menurun.
Kendala kelanjutan franchise ini adalah karena kontrak Walden Media dengan pihak C.S. Lewis telah kadaluarsa, sehingga sampai sekarang belum ada tanda-tanda proyek film ke-empatnya akan dimulai. Mulanya, proyek tersebut diprediksi dapat mulai berjalan tahun 2014, namun putra tiri Lewis, Douglas Gresham mengungkapkan bahwa sebenarnya bisa saja jika ada perusahaan lain yang mau memproduksinya dalam jangka waktu moratorium hak memfilmkan buku-buku Lewis. Sayangnya, tanpa keterlibatan Walden Media, film tersebut tetap tidak bisa dirilis sampai 2018, yang merupakan akhir masa moratorium tersebut. Nasib kelanjutan franchise inipun diperparah dengan sempat terjadinya perdebatan antara pihak Lewis yang menginginkan The Silver Chair sebagai proyek berikutnya, dengan pihak Walden yang mengajukan The Magician’s Nephew, yang sejauh ini akhirnya diputuskan untuk menjadi film ke-empat Narnia.

Dragonball: Evolution (2009)
(Dune Entertainment, 20th Century Fox)
Budget: $30,000,000
Gross: $57,497,699
Adapted from: Dragon Ball 42-volume manga series by Akira Toriyama

Project Hell Factor(s):
Kasus khusus yang satu ini diadaptasi dari manga fenomenal, yang bersama dengan versi anime-nya, telah menghiasi sebagian besar masa kanak-kanak berbagai kalangan usia pada jaman sekarang. Ditulis dan disutradarai oleh James Wong, adaptasi Hollywood-nya diberi judul Dragonball: Evolution dan berbasis dari cerita Dragon Ball Z.
Petualangan Goku dalam mengumpulkan tujuh Bola Naga untuk menyelamatkan dunia dari kuasa alien jahat rupanya tak berhasil dituangkan Hollywood dengan baik. Hal itu terbukti dari rating buruk dan berbagai respon negatif yang ditujukan kepada film ini, terutama karena kehilangan pesona cult manga-nya. Selain itu, para kritikus juga menilai buruk dialog dan CGI dalam Dragonball: Evolution. Walaupun beberapa berpendapat bahwa filmnya tetap cukup menghibur untuk dinikmati, para fans manga dan anime-nya sudah menentang habis-habisan keberadaan sekuel yang semula akan diberi judul Dragonball 2 Reborn tersebut. James Wong juga sebelumnya telah mengumumkan bahwa ia tidak akan membuat sekuelnya jika perolehan film pertamanya di bawah ekspektasi, yang ternyata benar-benar terjadi.


