Mengenai film Java Heat garapan Conor Allyn yang berlokasi syuting di Indonesia, berikut adalah hasil wawancara Cinemags dengan sang sutradara.
Cinemags (C): Hai, Mr. Conor Allyn. Kami mempunyai beberapa pertanyaan mengenai Java Heat yang tengah Anda produksi. Pertama, karena informasi mengenai film ini belum banyak beredar, bisakah Anda ceritakan sedikit mengenai Java Heat sendiri serta beberapa hal penting mengenainya?
Conor Allyn (CA): Tentu saja. Java Heat merupakan film Hollywood pertama yang dibuat seluruhnya di Indonesia. Film ini menggabungkan bintang-bintang Hollywood seperti Mickey Rourke dan Kellan Lutz dengan aktor aktris terbaik dari Indonesia seperti Ario Bayu dan Atiqah Hasiholan dalam sebuah action thriller yang menegangkan. Java Heat bercerita tentang seorang pria misterius asal Amerika (Kellan Lutz) yang harus bekerja sama dengan seorang polisi cerdas dari Indonesia (Ario Bayu) untuk mengungkap pembunuhan Sultana (Atiqah Hasiholan) serta meringkus seorang kriminal internasional (Mickey Rourke).
C: Dari manakah Anda mendapatkan ide tentang film ini?
CA: Saya sangat ingin membuat sebuah film yang dapat menggabungkan timur dan barat. Amerika dan Indonesia. Pada intinya, Java Heat merupakan sebuah film persahabatan tentang orang asal Amerika dan seorang Muslim asal Indonesia yang harus mengatasi perbedaan-perbedaan mereka untuk memburu musuh yang sama. Hal itu bukanlah sesuatu yang dapat mereka lakukan seorang diri; membutuhkan kekuatan dari keduanya untuk mengatasi hal tersebut.
C: Apa saja kesulitan-kesulitan syuting di Indonesia?
CA: Musim hujan selalu menjadi salah satu faktor kendala. Kami telah memasuki awal musim awal musim hujan saat melakukan proses syuting Java Heat dan hal tersebut merupakan sesuatu yang harus selalu dipikirkan. Indonesia juga terletak sangat sangat jauh dari rumah para aktor yang berasal dari Amerika Serikat. Untungnya, baik Kellan Lutz maupun Michael Rourke mempunyai jiwa liar petualang. Mereka mencintai Indonesia dan saya yakin mereka ingin kembali ke sini dalam waktu dekat.
C: Hal apa yang membuat film Anda berbeda dengan film-film lain dari genre sejenis?
CA: Persahabatan antara barat dan timur. Java Heat tentunya bukanlah film pertama yang menampilkan persahabatan antar polisi, tetapi belum pernah ada yang menggabungkan orang Amerika dan Indonesia dalam satu tim untuk menciptakan sepasang pahlawan dengan kebudayaan yang berlawanan.
C: Apakah para kru yang terlibat dalam film ini sama dengan mereka yang bekerja sama dengan Anda dalam trilogi Merah Putih?
CA: Hampir seluruhnya sama. Java Heat memiliki banyak kru yang sama dengan Merah Putih. Banyak insan berbakat yang saya kenal dalam proses pengerjaan Merah Putih. Sebagian besar dari para pemeran asal Indonesia mengerjakan trilogi tersebut dan saya sangat terkesan dengan mereka sampai-sampai kita merasa wajib mengikutsertakan kembali orang-orang seperti Ario Bayu, Atiqah Hasiholan dan Rudy Wowor dalam Java Heat. Ada beberapa wajah baru juga dalam Java Heat seperti Mike Lucok, Tio Pakusadewo dan Rio Dewanto yang tampil fenomenal.
C: Apa yang membuat Anda tertarik untuk memakai kru dari Indonesia?
CA: Mereka cerdas, tangguh serta pekerja keras. Tidak ada yang dapat menghambat mereka dan hal tersebut merupakan satu-satunya cara untuk membuat sebuah film aksi.
C: Mengapa Anda tertarik untuk bekerja sama dengan Kellan Lutz, serta khususnya, Mickey Rourke; dan bagaimana perasaan Anda mengenai kerja sama tersebut?
CA: Merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa untuk saya sendiri serta seluruh pemeran dan kru dari Indonesia untuk dapat bekerja sama dengan aktor-aktor hebat seperti Michael dan Kellan. Pengalaman-pengalaman yang mereka dapat seumur hidup dibawa seluruhnya ke lokasi untuk dapat menciptakan sebuah film yang benar-benar epik.
C: Apakah ada hal-hal yang menarik dan tak terlupakan selama proses syuting?
CA: Ada dua hal yang langsung terlintas dalam benak saya. Yang pertama, kami meledakkan sisi sebuah bangunan tepat di tengah-tengah kota Yogyakarta. Ledakkannya sangat besar sehingga orang-orang mengira ada semacam serangan teroris sampai-sampai beritanya dimuat di surat kabar keesokan harinya. Yang kedua, kami mensyuting adegan klimaks Java Heat di Candi Borobudur; yang mana merupakan pemandangan terindah dan termegah yang pernah saya saksikan. Sangat luar biasa.
C: Apakah tantangan terbesar dari keseluruhan proses pembuatan film ini? Misalnya, adengan manakah yang paling berbahaya atau paling sulit dilakukan?
CA: Hampir semua adegan yang melibatkan special effects atau stunts besar berpotensi menjadi proses yang sulit dan melelahkan. Kami menghabiskan dua malam untuk membuat adegan kecelakaan mobil, di mana sebuah kendaraan menabrak yang lain sehingga terbalik. Bukan hal yang mudah memang, namun semua usaha kami terbayar.
C: Kapan film ini akan dirilis?
CA: Kami berencana merilisnya di bioskop-bioskop seluruh Indonesia sekitar bulan Maret atau April 2013.

