.jpg)
Nama Tim Burton sudah menjadi jaminan bahwa film yang dihasilkan dari tangannya akan berbeda dari kebanyakan film lainnya. Berbeda disini tentu dalam artian positif karena Burton mempunyai ciri khas yang membuat karyanya menjadi sebuah karya yang unik. Keunikan dan kematangannya tersebut terlihat dalam film animasi terbarunya, Frankenweenie.
Dimulai dengan alur yang berjalan cukup lambat, Burton memperkenalkan pada penonton, karakter-karakter yang menjadi sentral utama cerita seperti Victor Frankenstein dan anjing kesayangannya, Sparky. Penonton kemudian digiring untuk memahami bahwa hubungan Victor dan Sparky sangat dekat. Treatment ini terasa tepat karena ketika Sparky mati tertabrak mobil, rasa sedih dan kehilangan pun dapat tersampaikan pada penonton. Dan, ketika Sparky berhasil kembali dihidupkan, alur cerita berjalan lebih cepat dan menarik.
Karakter-karakter pendukung seperti Elsa, Edgar dan Toshiaki juga turut memperkuat cerita yang ‘gelap’ sekaligus lucu ini. Pujian patut diberikan pada para voice cast talent yang mampu menghidupkan karakter dengan baik lewat suaranya. Film animasi dengan teknik stop motion ini terasa begitu nyaman diikuti karena Burton mampu meramu humor, penokohan dan jalan cerita yang menyentuh dengan begitu apik.
Tampilan visual ala Burton yang dipenuhi nuansa gothic juga menjadi keunggulannya tersendiri. Rasa mencekam yang hadir di bagian akhir film terwakili oleh format hitam putih ini. Meski format 3D-nya tidak terlalu terasa "wah", namun penggunaannya dalam film ini terasa cukup efektif. Adegan-adegan yang penting semisal eksperimen yang melibatkan banyak petir, diperdalam dengan format ini sehingga seakan-akan kita berada di dalamnya, atau juga ketika beberapa karakter memperlihatkan ekspresi seperti sedih, marah, ketakutan dapat tersampaikan karena medium 3D ini.
Film produksi Walt Disney ini juga banyak menampilkan karakter-karakter yang menjadi ikon di film horor klasik. Selain Frankenstein yang memang menjadi inspirasi dalam film ini, ada juga Dracula, Mummy, Godzilla dan Gremlins. Sebuah penghargaan dari Burton untuk film-film horor lawas yang ia gemari semenjak kecil. Akhir kata, Frankenweenie adalah salah satu film terbaik Burton dalam beberapa tahun ini.

