Shapeshifting atau ilmu berubah wujud sudah dikenal lama dalam beragam mitologi, dongeng, science fiction dan karya-karya fantasi di seluruh dunia, dimana penggunanya dapat mengubah dirinya menjadi wujud lain. Salah satu aspek penting dalam ilmu perubahan wujud adalah apakah ilmu tersebut dilakukan secara sengaja atau karena kutukan. Penguasa ilmu shapeshifting dapat mengubah dirinya apa pun, bahkan mengubah orang atau mahkluk lain. Pada umumnya, pengguna ilmu ini hanya dapat mengubah dirinya menjadi bentuk lain dalam batas waktu tertentu. Makin tinggi ilmunya maka makin sempurna si pengguna dapat meniru.

Bentuk perubahan wujud paling populer adalah para Werewolf alias manusia serigala dan Vampir. Manusia serigala berubah ketika bulan purnama tiba, sementara para Vampir dipercaya dapat mengubah wujud menjadi kelelawar atau asap. Perubahan wujud Werewolf dikenal dengan istilah lycanthropy, dipakai untuk untuk menjabarkan perubahan wujud manusia ke dalam bentuk beragam hewan. Sementara therianthrophy adalah istilah untuk perubahan manusia-hewan yang lebih umum namun jarang digunakan. Istilah lainnya untuk para pengguna ilmu perubahan wujud adalah metamorph, skin-walker, mimic, changeling dan therianthrope. Hampir seluruh budaya di dunia memiliki legenda perubahan wujud, dan sebagian besar adalah berubah atau mengubah wujud menjadi hewan.
Shapesifthing in Fairy Tales
Terdapat banyak sekali dongeng yang menghadirkan shapeshifting sebagai bagian dari ceritanya. Misalnya Sun Go Kong yang merupakan salah satu tokoh utama dalam dongeng Hsi-Yu Chi alias Journey to the West, dimana ia menguasai 72 ilmu mengubah diri. Ia bahkan dapat mengubah mahkluk-mahkluk lain yang lebih rendah ilmunya menjadi bentuk yang diinginkan. Namun tidak selamanya menguasai ilmu perubahan wujud menguntungkan karena ada pula tokoh-tokoh yang pintar menjebak pengguna ilmu tersebut. Dongeng Kucing Bersepatu Bot (atau Puss in Boots) mengisahkan tokoh utamanya yakni si kucing, yang sengaja memancing sang raksasa untuk berubah menjadi tikus sebagai sebuah jebakan. Sementara dalam The Spiderwick Chronicles, Jared juga menjebak sang ogre untuk berubah wujud supaya dapat ditelan. Ada juga Ged, salah satu tokoh dalam A Wizard of Earthsea, yang mengubah dirinya menjadi gagak untuk membebaskan diri dari kejaran penyihir.


Sisi lain dari shapeshifting adalah ketika seseorang dirubah wujudnya akibat kutukan maupun sihir. Biasanya jika mengalami perubahan wujud akibat kutukan atau sihir, maka si penderita harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar terbebas dari kutukan dan kembali ke bentuk semula. Dongeng Beauty and the Beast merupakan salah satu fairy tale yang menampilkan perubahan wujud akibat kutukan. Di akhir dongeng, Beast akhirnya dapat kembali ke wujud semula dengan bantuan cinta dari Belle. Contoh lainnya adalah pangeran kodok yang dapat berubah menjadi bentuk semula ketika dicium seorang putri. Selain itu ada juga dongeng Swan Lake, mengisahkan seorang putri yang dikutuk menjadi angsa dan dapat bebas setelah sang penyihir dikalahkan oleh seorang pangeran.
Shapeshitfing in Mythologies
Mitologi pun mencatat banyak dewa-dewi yang memiliki kemampuan berubah wujud. Salah satu yang paling populer adalah dewa-dewa Yunani yang mengubah dirinya ke gender wanita dengan tujuan tertentu; biasanya untuk mendapatkan wanita yang diincarnya. Salah satunya adalah Zeus yang menyamar sebagai Artemis agar dapat mendekati Callisto. Zeus memang dikenal suka menyamar sebagai siapa atau apa pun untuk mendekati banyak wanita, baik dewi lain maupun manusia biasa. Ada juga kisah tentang Vertumnus yang mengubah dirinya menjadi nenek tua agar dapat memasuki area kekuasaan Pomona. Setelah berhasil, ia berubah kembali ke wujud semula lalu memaksa Pomona menerima lamarannya. Terdapat pula kisah-kisah perubahan wujud yang merubah bentuk manusia lain karena dendam atau sebagai bentuk hukuman. Uniknya, jika kebanyakan dewa mengubah wujudnya menjadi wanita untuk tujuan pendekatan, para dewi mengubah wujud orang lain karena marah.

Dalam satu kisah, Athena pernah mengubah seorang wanita bernama Arachne menjadi laba-laba karena kemarahannya. Alasan pertama karena Arachne memang lebih piawai dalam bidang menenun, dan alasan kedua karena Arachne merasa sombong setelah memenangkan pertandingan. Sementara itu Artemis menghukum Actaeon menjadi rusa karena telah mengintipnya telanjang. Medusa, salah satu Gorgon yang paling terkenal dalam legenda Yunani, dapat mengubah bentuk mahkluk yang menatapnya menjadi batu. Dalam kasus Medusa, si korban yang diubah wujudnya tidak dapat kembali lagi. Perubahan wujud juga sering muncul dalam mitologi Norse, dimana Odin dan Loki pernah saling menggoda satu sama lain dalam bentuk wanita di Lokasenna. Lucunya, satu sama lain jatuh hati sampai-sampai memiliki keturunan!! Mitos yang ditulis di abad ke-13 menyebutkan Loki berubah wujud menjadi kuda betina dan Odin menjadi kuda jantan. Loki juga pernah menjadi serigala betina dan melahirkan Fenrir.
Modern Fiction
Dalam era modern, kisah-kisah perubahan wujud melibatkan banyak andil pikiran. Poul Anderson dalam Operation Chaos, menjabarkan perubahan wujud menjadi serigala dipengaruhi oleh pikirannya sendiri. Efek yang sama terdapat pula dalam seri Twilight karya Stephanie Meyer. Dalam seri Harry Potter, J.K Rowling menuliskan seorang penyihir yang mengubah dirinya menjadi tikus juga mengubah otaknya menjadi otak tikus (yang dapat mengatasi hal tersebut hanya Animagus). Dalam Earthsea karya Ursula K. Le Guin, bentuk hewan yang diambil penyihir dapat mengubah pula pikiran si penyihir. Dengan kata lain, terlalu lama mengubah diri menjadi hewan dapat membuat si penyihir lupa bahwa dirinya adalah manusia.
Trivia
-
Dalam game Prototype, sang protagonist yakni Alex Mercer, dapat mengubah tubuhnya sendiri menjadi senjata atau tameng, kemampuan yang menjadi kunci dalam permainan.
-
Beberapa jagoan dalam DC Comic memiliki kemampuan shapeshifting. Beast Boy dari Teen Titan dapat mengubah dirinya menjadi beragam binatang meski semuanya memiliki warna kulit hijau.
-
Dalam Terminator 2: Judment Day, robot T-1000 yang dibentuk dari liquid metal dapat mengubah anggota tubuh maupun diri seutuhnya menjadi orang lain, lengkap dengan identitasnya.