Ninja Gaiden III

Monday, 06 August 2012 | 5:14 AM

Review

Ninja Gaiden III
Makin kacau sepeninggal Itagaki



Tomonobu Itagaki, yang dikenal dengan karyanya untuk franchise Dead or Alive dan Ninja Gaiden, telah meninggalkan Tecmo dan Team Ninja. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai apakah Team Ninja bisa meneruskan visi dan misi dari Itagaki dalam mengembangkan game ke tiga Ninja Gaiden. Sayangnya kekahwatiran gamer ternyata menjadi kenyataan. Terjadi perubahan yang cukup drastis pada serial Ninja Gaiden yang ketiga ini, diantaranya adalah perubahan tingkat kesulitan, AI boss musuh yang cukup bodoh, yang membuat game ini cukup mudah diselesaikan. Gameplay yang diusung pun berubah menjadi game hack n slash yang jauh lebih mudah dan sederhana. Gamer tidak perlu berhati-hati atau melakukan strategi saat melawan musuh, cukup dengan menekan tombol pukulan secara berulang-ulang untuk menghabisi musuh. Bisa dikatakan pola permainan ini begitu monoton yang mudah diprediksi: pencet tombol menghajar musuh, berlari ke area berikutnya, pencet tombol menghajar musuh, memanjat dengan Kunai, hajar musuh, memanjat dengan Kunai, memanjat tali, dan seterusnya - lanjutkan sebanyak yang gamer butuhkan untuk menyelesaikan permainan.



Mode single player dalam Ninja Gaiden 3 benar-benar mengecewakan. Selama permainan, senjata yang gamer gunakan hanyalah sword, bow, shuriken, dan ninpo. Tidak seperti game sebelumnya yang menyediakan berbagai pilihan senjata, sayangnya hal tersebut tidak ditemukan disini. Gamer hanya akan membawa satu pedang, satu panah, satu macam shuriken, dan satu macam ninpo. Selain itu game ini juga menghilangkan fitur upgrade senjata, item shop, variasi jurus ninpo, serta style fighting Ryu Hayabusa yang itu-itu saja membuat game ini terasa cukup membosankan. Saat memainkan game ini, gamer akan sadar bahwa game ini terlalu banyak memberikan Quick Time Event (QTE) di sepanjang permainan. Saking banyaknya QTE, hingga membuat permainan ini menjadi sangat menjengkelkan. Pada saat gamer sedang enjoy membabat musuh, tiba-tiba muncul sebuah persegi besar di layar, yang menandakan gamer akan memulai serangan QTE dengan menekan tombol yang muncul di layar.

Beberapa aspek lain yang cukup menjengkelkan adalah saat melawan musuh, seringkali  pedangmu terjebak di tubuh lawan, dan kemudian gamer diminta untuk menekan tombol berulang-ulang untuk menyelesaikan musuh. Lalu ada kalanya saat rasa sakit di lengan darah Ryu menjadi begitu hebat sehingga ia mulai terhuyung-huyung, yang memaksa gamer harus menekan tombol X sekali atau beberapa kali saat musuh berkeliaran di depan kalian, dan ini tentunya sangatlah merepotkan. Dan yang sedikit membuat kecewa adalah keputusan sang pengembang yang menghilangkan fitur ‘mutilasi’, di mana dalam game kali ini tidak ada lagi bagian tubuh lawan yang terpotong meskipun lawan terkena sabetan pedang berkali-kali. Alasan sang pengembang yang tidak ingin mengumbar kesadisan tentu saja tak dapat diterima, karena dalam game ini banyak sekali mempertontonkan darah yang bermuncratan di mana-mana. Keputusan ini tentunya sedikit mengurangi unsur kesenangan yang ada. Game ini menampilkan musuh yang sangat banyak. Tidak hanya banyak, musuh-musuh ini juga akan datang dalam gelombang yang seolah tidak pernah habis, dan bahkan 3-4 kali lebih banyak dari game-game jenis hack ‘n slash manapun. Hal ini tentunya bakal membuat gamer kelelahan meladeni mereka semua dan dipastikan jari dan tombol kontroler kalian bakal terkena dampaknya!


 
Gameplay: 5.0
Repetitif dan agak membosankan. Gameplay yang terlalu linear, tidak adanya variasi senjata dan ninpo, serta hilangnya sistem upgrade serta item shop adalah kekurangan game ini.

Graphics: 7.0
Desain lingkungan cukup memanjakan mata. Karakter Ryu terlihat cukup bagus, namun sisanya tampak seperti grafis resolusi rendah.
 
Sound: 6.0
Kualitas voice acting yang biasa saja dan background musik metal yang terdengar biasa-biasa saja. 

Overall: 6.0
Secara keseluruhan game ini tidak mampu menyaingi kehebatan dua game sebelumnya, di mana syarat menamatkan game ini hanya butuh jempol jari yang kuat saja, tidak butuh strategi.


 

Other Reviews

ZombiU

Thursday, 16/05/2013

ZombiU Tahukah kalian ada berapa banyak.
More Details >

New Super Mario Bros. U

Tuesday, 07/05/2013

New Super Mario Bros. U Dunia gaming.
More Details >

Castlevania: Mirror of Fate Review

Friday, 12/04/2013

Castlevania: Lords of Shadow - Mirror.
More Details >

Dead Space 3

Friday, 05/04/2013

Dead Space 3 Melalui Dead Space 3,.
More Details >