
HDMI high-speed interface kini sudah menjadi produk umum yang banyak dipergunakan pada berbagai macam peralatan digital, termasuk peralatan audio-visual macam TV dan Blu-ray Disc player, mobile macam smartphones dan digital cameras, serta PC dan monitor. Tidak terasa 8 tahun sudah berlalu semenjak HDMI pertama diperkenalkan pada dunia. Namun sejalan dengan waktu, banyak keluhan mulai bermunculan mengenai kerusakan pada HDMI. Pada saat dikonfirmasikan pada Minoru Ohara, president and CEO of Allion Japan Inc, beliau mengatakan memang banyak ditemukan kerusakan atau kecacatan pada saat dilakukan pengujian HDMI. Rincian uji otentikasi termasuk spesifikasi HDMI sayangnya dirahasiakan, namun intinya ketika komposisi HDMI secara tentatif dibagi ke dalam "lapisan fisik" dan "lapisan logis," kedua lapisan tersebut ternyata memiliki masalah.
Masalah Pada Lapisan Fisik
Lapisan fisik terdiri dari kabel, konektor dan sirkuit untuk memproses sinyal listrik. Sementara Lapisan Logis digunakan untuk proses enkoding, memproses paket data video/audio, membaca EDID (extended display identification data), pertukaran KTK (consumer electronics control) data dan sebagainya. Kebanyakan masalah pada lapisan fisik disebabkan karena garis impedansi kabel dan perangkat sumber. Ketika suatu masalah terjadi pada lapisan fisik misalnya, tidak akan ada gambar yang ditampilkan pada layar atau terjadi kedipan.
Karena HDMI memerlukan transmisi kabeltingkat tinggi, kabel yang lulus tes otentikasi tidak menimbulkan masalah. Namun, di pasar, ada beberapa kabel murah yang diklaim kompatibel dengan HDMI meskipun mereka tidak lulus ujian. Kabel tersebutlah yang menimbulkan masalah. Terutama, ketika panjang kabel mencapai 10m atau lebih, kualitas transmisi kadang drastis memburuk.... Contoh penyebab masalah yang berkaitan dengan impedansi line adalah dioda penjepit yang digunakan untuk melindungi HPD (hot plug detect) dan tertanam di circuit board perangkat sumber seperti Blu-ray Disc player untuk mendukung HPD dari HDMI. Impedansi Line berfluktuasi karena kapasitansi diodanya.
Masalah Pada Lapisan Logis
Kerusakan pada lapisan logis berhubungan dengan fungsi “CEC” untuk mengendalikan perangkat lainnya yang terhubung via HDMI. Dengan adanya CEC, perangkat optik kini dapat dikendalikan dengan mempergunakan remote TV, namun terkadang prosesnya mengalami kegagalan.
CEC terkadang mengakibatkan masalah karena spesifikasi dasarnya sudah diganti dan fungsi baru ditambahkan ke dalamnya bersamaan dengan berbagai macam update spesifikasi HDMI. Belum lagi ada berbai macam perbedaan spesifikasi CEC diantara spesifikasi HDMI. Beberapa produsen bahkan menambahkan sendiri extension pada CEC, yang diberi nama so-and-so link. Hal tersebut membuat keadaan semakin parah, karena produsen perangkat sumber macam optical disc dan produsen perangkat sync seperti TV mempergunakan jalur yang sama, sehingga masalah pada CEC akan memiliki kemungkinan yang lebih besar. Namun jika jalur yang digunakan dipisah, CEC justru terkadang tidak berfungsi.
HDCP (high bandwidth digital content protection)
HDCP dan HDMI memiliki standard independen yang berbeda. Jadi HDMI tidak selalu harus mensupport HDCP. Namun, DVD players (source) dan TV (sync), yang berhubungan dengan konten video, harus mensupport HDCP untuk melindungi copyrights. Beberapa peralatan digital macam camcorder, digital camera, mobile phone, dan sebagainya, tidak mensupport HDCP. Jadi, ketika dua perangkat yang kompatibel dengan HDMI dihubungkan dan salah satunya tidak mensupport HDCP, akan muncul error message "It does not support HDCP". Error macam ini tidak dianggap sebagai masalah yang disebabkan karena HDMI, karena spesifikasi HDMI saat ini tidak perlu memiliki kompatibilitas dengan HDCP. Bagaimanapun juga, bagi user hal tersebut merupakan gangguan. Masih perlu diperhatikan akan yang tidak cacat dalam hal spesifikasi namun pengguna menganggapnya sebagai cacat.