.jpg)
Anggapan bahwa film dokumenter membosankan dan kurang seru dibandingkan dengan film fiksi agaknya sudah lekang dimakan jaman. Bagaimana tidak, sekarang ini, banyak bermunculan film-film dokumenter yang menarik untuk disaksikan dan kerap mengangkat budaya-budaya populer yang tentunya dikenal oleh masyarakat. Selain itu, cara pengemasan dokumenter yang awalnya terasa bertele-tele kini sudah lebih menarik. Sebagai contoh, di luar negeri ada Michael Moore yang menghasilkan dokumenter sekelas Fahenheit 9/11 atau Morgan Spurlock Super Size Me di mana ia berhasil membuat sebuah restoran waralaba cepat saji "kebakaran jenggot".
Dengan perubahan tersebutlah, kini telah banyak bermunculan festival film dokumenter dan salah satu di antaranya adalah SBM Golden Lens Award. Ini adalah tahun kedua penyelenggaraan penghargaan ini dan bila dibandingkan dengan tahun perdananya, tahun ini kualitas karya yang masuk ke meja penjurian telah meningkat secara drastis dengan total karya yang masuk adalah sebanyak 100 film. Dari total 100 film tersebut, terpilihlah 10 film kategori UMUM dan 10 kategori PELAJAR yang siap diputar bersama dengan film-film dokumenter terbaik dunia yang akan diputar pada 25-29 September 2012 dengan mengambil tempat di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta.
.jpg)
Pada jumpa pers kemarin, 17 September 2012, hadir Orlow Seunke selaku Program Director IDFF; Jeroen Gankema selaku Chair of Board; dan Patar Simatupang selaku SBM Golden Lens Awards. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Patar menjelaskan bahwa ia sangat senang melihat sambutan yang diberikan masyarakat pada penyelenggaraan SBM Golden Lens Awards 2012 ini karena para peserta tidak hanya berasal dari Jabodetabek saja, tapi juga dari luar Jawa, seperti Yogyakarta, Malang, Aceh, hingga Medan. Nantinya pada 29 September 2012 akan diumumkan pemenang kategori PELAJAR dan UMUM. Sebagai penutup, rencananya akan diputar Marley, sebuah dokumenter mengenai penyanyi kenamaan Bob Marley.
Setelah memberikan kata sambutan, kemudian diputarlah dua film yang menjadi nominasi untuk SBM Golden Lens Award, yaitu Jakartarck karya Ari Rusyadi dan Payung Hitam dari Chairun Nissa. Selain film dokumenter karya anak bangsa, diputar pula beberapa film dokumenter dunia, seperti Undefeated (peraih Best Documentary Oscar 2012), Bully, atau The Ambassador. Untuk Anda yang ingin menyaksikan film-film dokumenter tersebut dapat mendatangi Erasmus Huis pada tanggal 25-29 September 2012. [Dhanny]
"nice one :D"
