Kiddo news - Merpati Menemukan Jalan Pulang Deng...
Merpati Menemukan Jalan Pulang Dengan Hidung
Thursday, 07 April 2011
Bukan anjing saja yang memiliki daya penciuman tajam, burung dara juga mengandalkan penciuman untuk mengendus jalan pulang.

Hal itu terungkap dalam sebuah riset sejumlah peneliti Italia yang tertarik pada kemampuan burung dara kembali ke rumah dari tempat berjarak ratusan kilometer sehingga dimanfaatkan untuk mengirim pesan bahkan menyelundupkan narkoba.
Para peneliti itu memperoleh bukti bahwa burung-burung tersebut mengandalkan satu dari dua lubang hidungnya untuk menemukan rumahnya.
Dalam Journal of Experimental Biology, tim itu melaporkan bahwa merpati yang disumbat lubang hidung kanannya tidak mampu menciptakan “peta bau” untuk memandunya dalam perjalanan.

Burung dara rumah adalah kerabat merpati karang yang didomestikasi dan memiliki kemampuan naluriah untuk menemukan cara pulang ke sarang mereka setelah menempuh perjalanan jauh.
Burung domestik disilangkan untuk menyempurnakan kemampuan tersebut, membantu mereka menemukan kandang tempat mereka dipelihara.
Sejumlah riset terdahulu mengungkapkan bahwa ketika bertengger dalam kandang, burung-burung itu mempelajari arah dari mana segala aroma berasal.
Burung dara tempaknya mengkonstruksikan sebuah peta mental dari berbagai bebauan, sebuah peta yang cukup akurat memandu mereka mencari arah rumah sampai mereka menemukan landmark lokal.
Dalam riset itu, para ilmuwan menyumbat salah satu lubang hidung, kanan atau kiri, merpati yang dipelihara di luar kota Pisa. Mereka melepas burung dari Cigoli, 40km dari Pisa, dan mengikuti rute kepulangan burung menggunakan alat pelacak GPS.
Dengan menganalisis jalur penerbangan burung itu, Anna Gagliardo dan timnya di Dipartimento di Etologia, Ecologia ed Evoluzione, Universitá di Pisa, Italia, dapat melihat bahwa merpati yang tidak dapat bernafas melalui lubang hidung kanannya mengambil jalur yang lebih berliku-liku.
“Burung itu juga lebih sering berhenti daripada burung yang disumbat lubang hidung kirinya dan mengambil rute lebih panjang untuk pulang,” katanya.
Riset lain memperlihatkan bahwa merpati dapat merasakan medan magnetik bumi, membuat mereka memiliki semacam kompas internal untuk memandu penerbangan.
“Bau adalah petunjuk penting yang membuat mereka memahami tengah berada di mana serta jalan menuju rumah,” kata Gagliardo.
www.tempointeraktif.com
Comment
Zenman :
"wah ternyata begitu"
Related News
Friday, 18 May 2012
Monday, 14 May 2012
Thursday, 17 May 2012
GameStation news
Thursday, 24 May 2012
Wednesday, 23 May 2012
Wednesday, 23 May 2012
Cinemags news
Thursday, 24 May 2012
Thursday, 24 May 2012
Thursday, 24 May 2012
Kiddo news
Friday, 18 May 2012
Monday, 14 May 2012
Thursday, 17 May 2012
Gadget news
Monday, 21 May 2012
Friday, 11 May 2012
Friday, 04 May 2012
Animonster news
Thursday, 24 May 2012
Wednesday, 23 May 2012
Wednesday, 23 May 2012
Macworld news
Thursday, 09 February 2012
Tuesday, 27 December 2011
Tuesday, 27 December 2011



